Lailatul Qadar Malam Penuh Kemulyaan Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci umat Islam di seluruh marcapada. Setiap Muslim menantikan dan merindukan kedatangan bulan tersebut. Begitu juga berlalunya ditangisi dan dielu-elukan seakan tak mau berpisah karena memang tidak ada jaminan bagi setiap manusia di masa mendatang masih dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan.

Secara keseluruhan bulan Ramadhan penuh keberkahan dan hidayah Allah SWT. Satu malam di bulan ini, yang jikalau seseorang melakukan kebaikan maka pahalanya melebihi perbuatan baik selama seribu bulan. Seribu bulan sama dengan delapan puluh tiga tahun. Pesta bonus pahala yang berlipat ganda, siapakah diantara manusia yang mampu mengerjakan amal shalih selama 83 tahun tanpa henti? Sungguh luar biasa!

Secara etimologi, qadar berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Lailatul Qadar atau Lailah Al-Qadar bermakna malam ketetapan. Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk hidup, baik yang telah, sedang, maupun akan terjadi.

Dalam Al Qur’an, tepatnya Surat Al-Qadar malam ini dikatakan memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini juga dikisahkan Al-Qur’an diturunkan, seperti dikisahkan pada surat Ad Dukhan ayat 3-6.

Para ulama mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon”. (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Berikut Surah al-Qadr beserta artinya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

  1. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr.
  2. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu?
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
  4. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
  5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”. (QS. Al Qadr [97] : 1-5)
Posted in Catatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *